Appearance
Modul Account Receivable: Pemakaian Fasilitas
Deskripsi Singkat: Modul Pemakaian Fasilitas berfungsi sebagai subsistem metering dan perhitungan biaya variabel atas layanan utilitas (seperti listrik dan air) yang dinikmati oleh tenant. Modul ini bertugas merekam konsumsi riil bulanan yang nantinya akan dikonversi menjadi dasar penerbitan Invoice tagihan fasilitas.
1. Halaman Utama (Dashboard Daftar Pemakaian)

Halaman ini merupakan dasbor pengawasan (monitoring dashboard) yang menampilkan rekam jejak (history) input meteran utilitas setiap bulannya.
Fitur Utama & Navigasi:
- Filter Interaktif (Wajib): Bagian atas tabel dilengkapi dengan instrumen penyaringan data yang terintegrasi. Pengguna dapat memfilter berdasarkan jenis fasilitas, tahun pencatatan, dan mengklik kartu bulan (contoh: tab biru pada bulan
JAN) untuk mengisolasi tampilan data khusus pada bulan tersebut. - Status Dokumen: Tabel utama menginformasikan detail dokumen seperti Nomor Pemakaian, Tanggal Input, Periode Tagihan, dan label status (contoh: label oranye
DRAFT) yang menandakan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan belum ditagihkan. - Tombol Aksi Kelola:
- + Tambah: Untuk memulai sesi input pemakaian baru di bulan berjalan.
- Hapus: Untuk membatalkan dan menghapus dokumen draft (memerlukan seleksi checkbox).
- Fungsi Finalisasi (Submit AR): Tombol kuning Submit AR merupakan titik kontrol krusial (gatekeeper). Setelah proses input pemakaian fasilitas selesai divalidasi, pengguna harus menekan tombol ini. Tindakan ini akan mengunci (lock) data Pemakaian Fasilitas secara permanen, sehingga tidak dapat dimodifikasi lagi, dan mendorong data tersebut agar dapat digenerasi menjadi dokumen Invoice Fasilitas pada modul selanjutnya.
2. Form Tambah Data Pemakaian

Halaman ini didesain agar staf dapat melakukan input data (pencatatan meteran) secara massal (bulk input) untuk satu area secara bersamaan.
Alur Kerja (Workflow) Pencatatan:
- Inisiasi Dokumen: Nomor dokumen akan diisi secara otomatis (Otomatis terisi saat simpan). Tentukan Tanggal pencatatan dan Periode pemakaian.
- Pemilihan Parameter Lintas-Modul: Pengguna wajib memilih parameter pada dropdown Jenis Fasilitas dan Jenis Kavling.
- Auto-Load Data: Segera setelah kedua parameter di atas dipilih, sistem akan memicu pencarian ke dalam database. Tabel kosong di bagian bawah akan terisi secara otomatis (auto-populate) dengan daftar kavling/tenant hanya jika kavling tersebut memiliki Kontrak Sewa aktif dan di dalam kontraknya menyatakan penggunaan fasilitas terkait.
3. Form Lihat & Update Pemakaian (Logika Metering)

Setelah data dimuat atau saat melakukan "Edit" pada dokumen draft, pengguna akan dihadapkan pada antarmuka Update Data.
Mekanisme Input & Logika Sistem:
- Rincian Entitas: Tabel menyajikan urutan Keterangan Fasilitas dan nama Customer/Tenant (contoh:
Tutik Wiyanti,Agus Siswanto). - Logika Nilai Awal (Baseline Meter): Kolom "Nilai Awal" (dikunci warna abu-abu) berisi angka acuan yang ditarik menggunakan dua lapis logika sistem:
- Bagi Kontrak Baru: Sistem akan menarik angka Stand Meter Awal yang pertama kali diinput pada master data modul AR Fasilitas saat awal penyewaan kavling.
- Bagi Kontrak Berjalan: Sistem akan menarik angka dari "Meter Terakhir/Nilai Akhir" pada catatan pemakaian di bulan sebelumnya. Catatan: Sistem juga akan melakukan update secara otomatis pada kolom Meter Awal di master data AR Fasilitas sebagai referensi mutakhir.
- Input Nilai Akhir: Staf hanya perlu mengetikkan angka meteran terbaru dari lapangan pada kolom Nilai Akhir.
- Kalkulasi Pemakaian: Sistem akan langsung menghitung selisih matematis (Nilai Akhir dikurangi Nilai Awal) dan menampilkannya pada kolom Pemakaian secara real-time.
- Penyimpanan: Klik tombol biru Update untuk menyimpan pekerjaan draft.
4. Kepatuhan Standar Akuntansi (PSAK & SAP)
Modul Pemakaian Fasilitas merupakan landasan utama dalam penerapan prinsip akrual operasional PT Jogjatama Vishesha (Perseroda):
- Prinsip Pengakuan Pendapatan (PSAK 72): Modul ini memenuhi kaidah pengakuan pendapatan atas pemenuhan kewajiban pelaksanaan (performance obligation) yang diselesaikan seiring berjalannya waktu. Dengan pencatatan metering riil, entitas memastikan bahwa pendapatan dari utilitas diakui secara presisi sesuai dengan volume jasa/barang yang telah dikonsumsi oleh tenant pada periode penagihan yang bersangkutan.
- Akuntansi Basis Akrual (SAP): Tindakan mengunci dokumen melalui fitur "Submit AR" merupakan titik awal pengakuan hak entitas (timbulnya piutang). Proses ini membentuk dasar dokumenter yang sah untuk pencatatan Piutang Pendapatan-LO (Laporan Operasional) dalam kerangka Standar Akuntansi Pemerintahan, sehingga nilai tagihan dapat diakui pada laporan keuangan sebelum pelunasan kas diterima dari pelanggan.